CoA - Teknologi diciptakan untuk mempermudah hidup manusia. Pesan bisa sampai dalam hitungan detik, informasi tersedia hanya dengan satu kali pencarian, dan hampir semua pekerjaan dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Kita hidup di zaman di mana segala sesuatu bergerak dengan kecepatan tinggi. Namun di balik semua kemudahan itu, ada satu hal yang justru terasa semakin melambat, kemampuan kita untuk fokus.
Dulu, untuk mendapatkan jawaban atas suatu pertanyaan, seseorang harus membaca buku, mencari referensi, dan benar-benar memahami isi yang dibaca. Proses itu memang lebih lama, tetapi memberi waktu bagi otak untuk mencerna informasi secara mendalam. Sekarang, jawaban datang terlalu cepat. Kita terbiasa berpindah dari satu informasi ke informasi lain tanpa benar-benar berhenti untuk memahami.
Otak manusia sebenarnya tidak dirancang untuk menerima rangsangan tanpa jeda. Setiap notifikasi, setiap video pendek, setiap scroll tanpa akhir memaksa otak untuk terus berpindah perhatian. Perpindahan inilah yang secara perlahan melemahkan kemampuan konsentrasi. Kita merasa sibuk, merasa terus melakukan sesuatu, tetapi sulit bertahan pada satu tugas dalam waktu lama.
Ironisnya, teknologi yang membuat segalanya instan justru melatih kita untuk tidak sabar. Kita terbiasa mendapatkan hasil cepat sehingga proses yang membutuhkan ketenangan terasa membosankan. Membaca panjang terasa berat. Berpikir mendalam terasa melelahkan. Padahal, di situlah sebenarnya fokus dibangun.
Fokus bukan soal kecepatan, melainkan soal kedalaman. Teknologi mempercepat akses, tetapi kedalaman tetap harus dilatih secara sadar. Tanpa latihan itu, kita hanya menjadi pengguna informasi, bukan benar-benar memahami apa yang kita terima.
Bukan berarti teknologi harus dijauhi, justru kita perlu belajar menggunakannya dengan lebih bijak. Memberi ruang tanpa distraksi, menyelesaikan satu pekerjaan sebelum membuka yang lain, dan membiarkan otak bekerja dalam ritme yang lebih tenang adalah cara sederhana untuk mengembalikan keseimbangan.
Di dunia yang semakin cepat, kemampuan untuk melambat bukan kelemahan.
Itu adalah keterampilan yang semakin berharga.
