CoA - Ada masa ketika duduk sepuluh menit tanpa mengecek apa pun terasa normal.
Sekarang, membaca satu halaman saja kadang terasa berat. Pikiran meloncat, tangan refleks mencari ponsel, dan fokus menguap tanpa sadar.
Banyak orang mengira ini tanda kurang disiplin. Padahal, yang sedang berubah bukan manusianya melainkan lingkungannya.
Fokus mendalam dikendalikan oleh bagian otak depan, yang kerjanya lambat dan boros energi. Setiap kali kita berkonsentrasi, otak benar-benar bekerja keras: menyaring gangguan, menahan impuls, dan menjaga satu tujuan tetap di depan.
Masalahnya, otak selalu mencari cara untuk menghemat tenaga. Begitu ada stimulus yang lebih ringan dan menarik, bunyi notifikasi, layar menyala, informasi baru, otak langsung berpaling. Bukan karena kita lemah, tapi karena otak melihat itu sebagai opsi yang lebih “murah”.
Notifikasi, pesan masuk, dan konten pendek bukan sekadar mengganggu. Bagi otak, itu adalah undangan hadiah kecil. Setiap gangguan membawa kemungkinan dopamin: rasa penasaran, validasi, atau hiburan singkat. Bahkan jika kita tidak membukanya, otak sudah terpicu. Fokus pun retak, meski hanya sebentar. Yang sering tidak disadari: setelah terdistraksi, otak butuh waktu untuk kembali ke kedalaman semula. Fokus tidak langsung pulih, ia harus dibangun ulang.
Otak manusia sebenarnya tidak multitasking. Yang terjadi hanyalah perpindahan fokus cepat. Dan setiap kali berpindah, ada biaya kognitif yang dibayar, lelah mental, kesalahan kecil, dan rasa “kok capek padahal tidak banyak kerja”.
Itulah sebabnya hari yang penuh distraksi sering terasa lebih melelahkan dibanding hari yang tenang, meski beban kerjanya sama.
Banyak orang mencoba memaksa fokus dengan niat besar, “Aku harus konsentrasi.”
Padahal otak bekerja lebih baik jika lingkungannya mendukung. Fokus tumbuh ketika gangguan dikurangi sebelum bekerja, waktu dibatasi jelas, dan ekspektasi dibuat realistis. Bukan fokus berjam-jam yang dibutuhkan, tapi fokus yang diberi ruang untuk muncul.
Di dunia yang serba cepat, fokus justru bergerak ke arah sebaliknya, pelan dan sempit. Satu hal, satu waktu. Bukan karena itu ideal, tapi karena itulah satu2ya cara otak bisa bekerja dengan tenang.
Terakhir, mungkin fokus bukan sesuatu yang harus dicari, melainkan sesuatu yang perlu dilindungi.
