Kenapa Kita Sering Scroll HP Tanpa Tujuan?


CoA - Hampir semua orang pernah mengalami momen ini. Awalnya hanya ingin membuka ponsel sebentar, lalu tanpa sadar waktu berlalu cukup lama tanpa melakukan hal yang jelas. Jari terus menggulir layar, berpindah aplikasi, membaca potongan informasi yang cepat terlupakan. Fenomena ini bukan semata-mata soal kebiasaan buruk, tetapi berkaitan erat dengan cara kerja otak manusia.

Otak secara alami menyukai hal baru. Setiap kali kita melihat konten baru di layar, otak melepaskan sedikit dopamin, zat kimia yang berperan dalam rasa senang dan penasaran. Meskipun efeknya kecil, pelepasan ini terjadi berulang kali saat kita scroll, sehingga otak terdorong untuk terus mencari rangsangan berikutnya. Inilah sebabnya aktivitas tersebut terasa ringan, tetapi sulit dihentikan.

Selain itu, scrolling tanpa tujuan sering muncul saat otak sedang lelah. Ketika energi mental menurun, otak cenderung menghindari tugas yang membutuhkan fokus dan memilih aktivitas yang minim usaha. Menggulung layar ponsel menjadi pilihan mudah karena tidak menuntut pemikiran mendalam, namun tetap memberi sensasi “sibuk”.

Lingkungan digital juga dirancang untuk mempertahankan perhatian selama mungkin. Konten yang tersaji tidak pernah benar-benar habis, sehingga otak tidak mendapat sinyal alami untuk berhenti. Berbeda dengan membaca buku atau menonton satu acara sampai selesai, scrolling tidak memiliki titik akhir yang jelas. Akibatnya, kita sering kehilangan kesadaran terhadap waktu.

Menariknya, banyak orang mengira scrolling membantu melepas stres, padahal dalam jangka panjang justru bisa menambah kelelahan mental. Otak terus memproses potongan informasi tanpa sempat mencerna atau beristirahat. Setelahnya, tubuh memang tidak lelah, tetapi pikiran terasa penuh dan sulit fokus.

Menyadari pola ini adalah langkah awal yang penting. Scroll tanpa tujuan bukan tanda kurang disiplin, melainkan respons alami otak terhadap rangsangan cepat dan mudah. Dengan memberi jeda, menentukan batas waktu, atau mengganti kebiasaan ini dengan aktivitas sederhana yang lebih menenangkan, otak bisa kembali mendapatkan ruang untuk beristirahat.

Pada akhirnya, ponsel hanyalah alat. Cara kita menggunakannya akan menentukan apakah ia menjadi sumber informasi yang bermanfaat, atau sekadar kebiasaan yang menguras energi tanpa disadari.

Post a Comment

Previous Post Next Post