Puasa Mengajarkan Kita Mengendalikan, Bukan Menahan



CoA - Banyak orang mengira Puasa adalah soal menahan. Menahan lapar, menahan haus, menahan diri dari hal-hal yang biasanya boleh dilakukan. Seolah-olah Puasa hanyalah latihan bertahan dari Shubuh sampai Maghrib, lalu selesai ketika Adzan berbunyi.

Padahal, Puasa bukan sekadar menahan. Puasa adalah belajar mengendalikan.

Menahan itu terasa berat, seperti dipaksa berhenti. Tapi mengendalikan adalah kesadaran. Kita memilih untuk tidak makan, bukan karena tidak mampu, melainkan karena tahu ada makna yang lebih besar dari sekadar memenuhi keinginan.

Di situlah Puasa perlahan mengubah cara kita melihat hidup.

Saat lapar datang, kita belajar bahwa tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi. Saat haus terasa, kita sadar bahwa kita ternyata mampu bersabar lebih lama dari yang kita kira. Puasa mengajarkan bahwa manusia tidak harus selalu mengikuti dorongan sesaat.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering terbiasa serba cepat. Ingin sesuatu, langsung dicari. Tidak nyaman sedikit, segera dihindari. Puasa hadir untuk memutus kebiasaan itu. Ia melatih kita berhenti sejenak sebelum bertindak, berpikir sebelum mengikuti keinginan.

Puasa bukan hanya soal makanan, tapi juga emosi. Kita belajar mengendalikan emosi, menjaga ucapan, dan meredam reaksi yang biasanya spontan. Dari situ kita mulai memahami bahwa kekuatan bukan terletak pada melakukan apa saja yang kita mau, tetapi pada kemampuan mengatur diri.

Karena orang yang kuat bukan yang selalu bebas, melainkan yang mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Menjelang waktu berbuka, kita juga diajarkan tentang syukur. Segelas air yang biasa terasa biasa saja, tiba-tiba menjadi sangat berharga. Makanan sederhana terasa cukup. Puasa mengembalikan kita pada rasa cukup, sesuatu yang sering hilang dalam kehidupan yang serba berlebih.

Dan setelah hari demi hari dijalani, kita mulai menyadari bahwa Puasa sebenarnya bukan tentang satu bulan saja. Ia adalah latihan untuk sebelas bulan berikutnya. Latihan agar kita tidak mudah terbawa keinginan, tidak tergesa-gesa dalam hidup, dan lebih sadar dalam setiap pilihan.

Puasa mengajarkan kita bahwa hidup bukan tentang memiliki semuanya, tetapi tentang mampu mengendalikan diri di tengah segala kemungkinan.

Karena pada akhirnya, yang membuat manusia tenang bukanlah ketika semua keinginannya terpenuhi, melainkan ketika ia mampu menguasai keinginannya sendiri.

Post a Comment

Previous Post Next Post