Tidak Harus Olahraga Berat, Jalan 20 Menit Sudah Cukup


CoA - Banyak orang menunda hidup sehat karena merasa olahraga harus selalu berat. Harus berkeringat banyak, harus punya waktu khusus, harus ke tempat tertentu, harus kuat dulu baru mulai. Akhirnya, karena terasa “besar”, niat itu terus ditunda. Besok saja. Nanti saja. Kalau sudah tidak sibuk.

Padahal tubuh kita tidak menuntut hal yang ekstrem. Tubuh hanya butuh digerakkan. Pelan, tapi rutin. Sederhana, tapi konsisten.

Berjalan kaki selama 20 menit sering dianggap terlalu ringan. Seolah tidak berarti apa-apa. Tidak cukup untuk disebut olahraga. Tidak cukup untuk membuat perubahan. Namun justru dari gerakan yang ringan itulah tubuh merasa aman untuk beradaptasi. Jantung mulai bekerja lebih teratur. Otot yang lama diam mulai aktif kembali. Pikiran yang tegang perlahan melonggar.

Jalan kaki bukan hanya soal membakar kalori. Ia memberi jeda dari duduk yang terlalu lama. Memberi ruang bagi napas untuk lebih dalam. Memberi kesempatan bagi tubuh untuk kembali ke ritmenya yang alami, yaitu bergerak, bukan diam terus-menerus.

Yang sering membuat kita lelah bukan kurang olahraga berat, tapi terlalu lama tidak bergerak sama sekali.

Dua puluh menit berjalan tidak terasa mengintimidasi. Tidak perlu persiapan rumit. Tidak perlu menunggu motivasi tinggi. Bisa dilakukan di sela waktu, setelah makan, sebelum mandi, atau saat kepala mulai penuh. Justru karena sederhana, ia lebih mudah menjadi kebiasaan.

Dan kesehatan, pada akhirnya, tidak dibangun dari usaha besar yang dilakukan sesekali. Ia tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari.

Tubuh tidak meminta kita menjadi kuat dulu untuk mulai. Tubuh hanya meminta kita mulai bergerak. Sisanya, ia akan menyesuaikan.

Jadi, jika hari ini terasa sibuk, lelah, atau tidak punya energi untuk olahraga berat, tidak apa-apa. Pakai sepatu. Keluar sebentar. Jalan perlahan.

Dua puluh menit sudah cukup untuk mengingatkan tubuh bahwa kita masih peduli.

Post a Comment

Previous Post Next Post