13 Agustus Brandan Bumi Hangus, Perjuangan Heroik Masyarakat Langkat

Peristiwa Brandan Bumi Hangus (Foto/Ist/Dok)

CoA - Pangkalan Brandan merupakan sebuah kota kecil di teluk Sumatera Utara. Berbatasan dengan Aceh, dekat dengan Malaysia, meskipun kecil Pangkalan Brandan merupakan sebuah kota heterogen dengan penduduk yang sangat majemuk. Suku Melayu, Minang, Jawa, Batak, Ambon hingga Tionghoa menyatu menjadi satu masyarakat Brandan yang harmonis.

Lokasinya yang berada di pesisir menjadikan Brandan rumah bagi para nelayan yang siap memasarkan ikan2 segar hasil tangkapan mereka.

Di kota kecil yang harmonis ini, siapa sangka ternyata menyimpan sejarah besar yang heroik, menjadi saksi sejarah akan menakjubkannya perjuangan para pahlawan terdahulu.

Brandan Bumi Hangus, itulah nama peristiwa yang akan terus dikenang, menjadikan Pangkalan Brandan sebagai salah satu kota pahlawan diantara banyak kota2 lainnya.

Sebelum masuk pada peristiwa Brandan Bumi Hangus, mari kita lihat dulu sejarah kota Brandan mulai dari awal ditemukannya ladang minyak.

Sejarah Sumur Minyak Pangkalan Brandan

Mungkin belum banyak tang tahu, bahwa di Negara Indonesia kita ini, sumur produksi minyak pertama berada di Kabupaten Langkat, saat itu masih merupakan wilayah Kesultanan Langkat. Produksi pertama berada di lokasi sumur Telaga Said di wilayah Sumatera Utara yang dibor pada 1883, kemudian disusul Royal Dutch Company di Pangkalan Brandan pada 1885.

Pada 1892, kilang minyak Royal Dutch di Pangkalan Brandan yang menjalankan usaha eksploitasi mulai melakukan produksi massal. Berkat eksplorasi sumur minyak ini membuat Kesultanan Langkat menjadi sangat makmur, bahkan menjadi salah satu Negeri terkaya di kawasan Hindia Belanda saat itu.

Saat Jepang berhasil mengalahkan Belanda pada tahun 1940an, Jepang mengambil alih berbagai wilayah termasuk ladang minyak yang di Langkat.

Dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat pada perang dunia ll, memaksa Jepang untuk menyerah tanpa syarat pada sekutu. Hal ini memaksa Jepang untuk menarik para tentaranya dari wilayah2 taklukan Jepang sebelumnya. Ladang minyak di Langkat yang sebelumnya dikuasai Jepang, ditinggal tanpa pengawasan dari militer Jepang.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan, para pekerja lokal dan masyarakat diladang minyak tersebut dengan segera mengambil alih managemen dari ladang minyak tersebut. Dengan dukungan penuh dari Komite Nasional Indonesia Teluk Aru dari Barisan Pemuda Indonesia, masyarakat berhasil menguasai ladang minyak tersebut dan mengganti namanya menjadi Perusahaan Tambang Minyak Negara Republik Indonesia (PTMNRI) yang merupakan cikal bakal PT Pertamina (PERSERO). Konon dari ladang minyak inilah menjadi salah satu sumber dana terbesar pembangunan Negara Republik Indonesia.

Agresi Militer Belanda

   1      2      3   

Post a Comment

Previous Post Next Post