Kenapa Kita Sering Lupa Tujuan Saat Masuk Ruangan, Doorway Effect



CoA - Hampir semua orang pernah mengalami momen ketika masuk ke sebuah ruangan lalu tiba-tiba berhenti dan merasa bingung. Tujuan awal yang barusan ada di kepala mendadak menghilang, seolah-olah pikiran terputus begitu saja. Situasi ini sering dianggap sebagai tanda pelupa atau kurang fokus, padahal sebenarnya ada mekanisme alami otak yang sedang bekerja.

Dalam dunia psikologi kognitif, fenomena ini dikenal sebagai doorway effect. Otak manusia menyimpan dan mengelola informasi berdasarkan konteks. Ketika seseorang berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, otak menganggap perpindahan tersebut sebagai perubahan konteks yang cukup signifikan. Akibatnya, informasi yang masih aktif di konteks sebelumnya bisa melemah atau terhapus sementara dari memori jangka pendek.

Pintu secara tidak langsung menjadi batas mental bagi otak. Saat melangkah melewati pintu, otak mulai memproses lingkungan baru, seperti cahaya, suara, suhu, dan tata ruang. Proses ini membuat fokus bergeser, sehingga tujuan awal yang belum tersimpan kuat dalam ingatan bisa hilang begitu saja. Hal ini semakin sering terjadi jika seseorang sedang memikirkan banyak hal atau melakukan aktivitas lain secara bersamaan.

Kebiasaan multitasking juga memperparah kondisi ini. Berjalan sambil bermain ponsel, berbicara, atau memikirkan pekerjaan lain membuat otak harus membagi perhatian. Padahal, otak manusia tidak benar-benar mampu melakukan banyak tugas sekaligus. Ia hanya berpindah fokus dengan cepat, dan perpindahan ini membuat memori jangka pendek menjadi rapuh.

Dalam kebanyakan kasus, lupa tujuan saat masuk ruangan bukanlah tanda gangguan memori yang serius. Jika ingatan tersebut kembali setelah beberapa saat atau setelah kembali ke ruangan sebelumnya, maka hal itu masih tergolong normal. Justru, kondisi ini menunjukkan bahwa otak bekerja dengan cara yang efisien, menyaring informasi yang dianggap tidak terlalu penting.

Fenomena sederhana ini mengingatkan kita bahwa terkadang, melambat sejenak dan memberi ruang bagi fikiran justru membantu kita mengingat lebih baik. Otak tidak rusak, ia hanya sedang bekerja dengan caranya sendiri.


Post a Comment

Previous Post Next Post