CoA - Ketika menerima hasil pemeriksaan darah, banyak orang langsung mencari satu angka: kolesterol. Selama kolesterol total terlihat tidak terlalu tinggi, hasil pemeriksaan sering dianggap aman.
Padahal pada lembar pemeriksaan lipid profile biasanya ada angka lain yang tidak kalah penting: trigliserida.
Yang menarik, trigliserida tidak hanya berkaitan dengan makanan berlemak. Kebiasaan mengonsumsi terlalu banyak gula, minuman manis, tepung olahan, atau kalori secara keseluruhan juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan trigliserida.
Bagaimana makanan manis akhirnya berhubungan dengan "lemak dalam darah"?
Trigliserida dan kolesterol bukan benda yang sama
Keduanya sama-sama termasuk lipid, tetapi memiliki fungsi berbeda.
Kolesterol diperlukan tubuh untuk berbagai fungsi biologis. Dalam darah, kita sering mendengar LDL dan HDL, yaitu partikel lipoprotein yang membawa kolesterol.
Sedangkan trigliserida merupakan bentuk lemak yang terutama digunakan tubuh untuk menyimpan energi.
MedlinePlus menjelaskan bahwa tubuh mendapatkan trigliserida dari makanan, tetapi juga dapat membuatnya dari kelebihan kalori yang tidak dibutuhkan segera. Kelebihan energi tersebut dapat diubah menjadi trigliserida dan disimpan di dalam sel lemak untuk digunakan kemudian.
Inilah alasan mengapa pembicaraan mengenai trigliserida tidak bisa hanya berfokus pada makanan berminyak.
Bagaimana gula bisa menjadi trigliserida?
Bayangkan setelah makan nasi dalam porsi besar, kita minum teh manis. Beberapa jam kemudian minum kopi susu manis, lalu malam masih menikmati camilan.
Karbohidrat dicerna menjadi gula sederhana, terutama glukosa. Glukosa dapat digunakan sel sebagai sumber energi dan sebagian disimpan sebagai glikogen.
Tetapi tubuh memiliki kebutuhan energi yang terbatas.
Jika energi yang masuk terus melebihi kebutuhan, tubuh memiliki mekanisme untuk menyimpan kelebihannya. Sebagian kelebihan energi tersebut pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap pembentukan trigliserida.
Jadi bukan berarti:
"Makan satu sendok gula langsung berubah menjadi lemak."
Proses metabolisme jauh lebih kompleks.
Tetapi pola konsumsi energi berlebihan secara terus-menerus—terutama bila banyak berasal dari gula dan karbohidrat olahan—dapat berkontribusi terhadap tingginya trigliserida.
MedlinePlus secara khusus mencantumkan kebiasaan makan banyak makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana sebagai salah satu faktor yang dapat menyebabkan trigliserida tinggi.
Minuman manis menjadi contoh yang menarik
Misalnya seseorang makan tiga kali sehari dengan porsi yang sebenarnya cukup normal.
Namun di antara waktu makan ia mengonsumsi:
kopi susu manis pada pagi hari, teh manis ketika makan siang, minuman kemasan pada sore hari, lalu teh manis kembali pada malam hari.
Kalori dari minuman seperti ini relatif mudah masuk karena kita meminumnya, bukan mengunyahnya.
Jika kebiasaan tersebut terus menambahkan energi di atas kebutuhan tubuh, kelebihan energi tetap harus ditangani oleh metabolisme.
Itulah mengapa mengurangi gula tambahan dan makanan olahan merupakan salah satu strategi yang dianjurkan untuk membantu mengendalikan trigliserida.
Berapa angka trigliserida yang dianggap tinggi?
Menurut informasi terbaru dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kategori yang umum digunakan pada orang dewasa adalah:
di bawah 150 mg/dL: sehat
150–199 mg/dL: sedikit tinggi
200–499 mg/dL: tinggi
500 mg/dL atau lebih: sangat tinggi.
Interpretasi hasil tetap harus mempertimbangkan apakah pemeriksaan dilakukan dalam keadaan puasa atau tidak, kondisi kesehatan lain, obat yang digunakan, dan penilaian risiko kardiovaskular secara keseluruhan.
Pedoman dislipidemia terbaru dari American Heart Association dan American College of Cardiology yang diperbarui 13 Maret 2026 juga menekankan bahwa penilaian risiko sekarang tidak hanya berfokus pada LDL, tetapi turut memperhatikan partikel kaya trigliserida serta faktor lipid lainnya.
Mengapa trigliserida sangat tinggi perlu diperhatikan?
Trigliserida tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala.
Seseorang bisa merasa sehat dan tetap memiliki angka yang tinggi. Karena itulah pemeriksaan darah menjadi penting.
Kadar trigliserida yang tinggi dapat berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, terutama ketika terdapat masalah lipid atau metabolik lainnya.
Ada pula risiko lain pada kadar yang sangat tinggi.
NHLBI menyatakan bahwa trigliserida di atas 500 mg/dL dapat meningkatkan risiko pankreatitis akut, yaitu peradangan mendadak pada pankreas.
Karena itu, angka yang sangat tinggi bukan sesuatu yang sebaiknya hanya dicoba ditangani sendiri dengan perubahan menu tanpa evaluasi tenaga kesehatan.
Penyebabnya bukan selalu makanan
Ini juga penting.
Trigliserida tinggi tidak otomatis berarti seseorang "kebanyakan makan gula".
Beberapa kondisi lain dapat berperan, termasuk diabetes yang belum terkontrol dengan baik, penyakit tiroid, penyakit hati atau ginjal, faktor genetik, beberapa jenis obat, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, serta konsumsi alkohol berlebihan.
Jadi hasil laboratorium perlu dilihat dalam konteks kesehatan seseorang secara keseluruhan.
Kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan
Daripada langsung menjalani diet ekstrem, mulailah dari sumber energi tambahan yang sering tidak kita sadari.
Perhatikan minuman.
Air putih dapat menjadi minuman utama. Jika terbiasa minum kopi atau teh dengan banyak gula, jumlah gula dapat dikurangi secara bertahap.
Perhatikan pula camilan dan makanan berbahan tepung olahan.
Aktivitas fisik rutin juga penting. MedlinePlus memasukkan aktivitas fisik, mengontrol berat badan bila diperlukan, membatasi gula dan makanan olahan, tidak merokok, serta membatasi alkohol sebagai bagian dari pendekatan untuk membantu menurunkan trigliserida.
Pada sebagian orang, perubahan gaya hidup saja mungkin tidak cukup sehingga obat dapat diperlukan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Jangan hanya bertanya, “Kolesterol saya berapa?”
Ketika mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan berikutnya, coba lihat seluruh lipid profile.
Perhatikan LDL.
Perhatikan HDL.
Perhatikan trigliserida.
Kemudian interpretasikan semuanya bersama faktor risiko kesehatan lainnya.
Sebab metabolisme tubuh tidak bekerja berdasarkan satu angka.
Dan mungkin pelajaran paling menarik dari trigliserida adalah ini:
makanan tidak harus terlihat berminyak untuk akhirnya berkontribusi terhadap penyimpanan lemak.
Segelas minuman manis memang tidak terlihat seperti makanan berlemak.
Tetapi jika energi terus masuk melebihi kebutuhan tubuh, metabolisme memiliki cara untuk menyimpan kelebihannya.
Artikel Lainnya:
