Sebenarnya Apa yang Dimaksud dengan "Cloud"?
Kita sering mendengar kata:
Cloud.
Simpan foto di cloud.
Backup data ke cloud.
Jalankan aplikasi di cloud.
Gunakan cloud server.
Bahkan perusahaan memindahkan sistem mereka ke cloud.
Istilah tersebut terdengar seolah-olah data dan aplikasi benar-benar berada di suatu tempat di langit.
Padahal tidak ada komputer yang mengambang di atas awan.
Di balik cloud tetap ada:
server, storage, jaringan, kabel, listrik, sistem pendingin, dan data center.
Lalu apa yang membuat cloud berbeda dari server biasa?
Bayangkan sebuah perusahaan ingin menjalankan aplikasi baru.
Pada model tradisional, perusahaan mungkin harus:
- menentukan spesifikasi server,
- membeli hardware,
- menunggu pengiriman,
- memasang server,
- memasang sistem operasi,
- mengatur jaringan,
- mengatur storage,
- baru kemudian menjalankan aplikasi.
Proses tersebut dapat membutuhkan waktu.
Dengan cloud computing, perusahaan bisa meminta sumber daya melalui sebuah portal atau API:
4 vCPU
16 GB RAM
200 GB Storage
Beberapa saat kemudian sebuah server virtual dapat tersedia.
Tidak perlu membeli mesin fisik baru setiap kali membutuhkan server.
Inilah salah satu kekuatan utama cloud computing.
Namun bagaimana mungkin satu data center dapat menyediakan ribuan bahkan sangat banyak server virtual kepada banyak pelanggan?
Jawabannya dimulai dari konsep:
virtualisasi.
Apa Itu Cloud Computing?
Secara sederhana:
Cloud computing adalah model penyediaan sumber daya komputasi melalui jaringan secara fleksibel dan sesuai kebutuhan.
Sumber daya tersebut dapat berupa:
- server,
- storage,
- database,
- networking,
- aplikasi,
- platform,
- analytics,
- AI,
- dan berbagai layanan komputasi lainnya.
Pengguna tidak selalu perlu memiliki atau mengelola hardware fisik yang menjalankan layanan tersebut.
Infrastruktur fisiknya dikelola oleh penyedia atau organisasi yang mengoperasikan cloud.
Analogi Cloud Computing: Hotel
Bayangkan Anda sedang melakukan perjalanan selama tiga hari.
Anda membutuhkan tempat tinggal.
Ada dua pilihan.
Pilihan pertama
Membeli tanah.
Membangun rumah.
Membeli furnitur.
Memasang listrik.
Memasang air.
Padahal Anda hanya membutuhkan tempat tinggal selama tiga hari.
Tidak efisien.
Pilihan kedua
Menggunakan hotel.
Anda cukup memilih:
- jenis kamar,
- kapasitas,
- durasi penggunaan.
Setelah selesai, Anda pergi.
Cloud computing memiliki gagasan yang mirip.
Anda tidak selalu harus membeli server fisik.
Anda dapat menggunakan sumber daya komputasi sesuai kebutuhan.
Cloud Tetap Menggunakan Komputer Fisik
Ini bagian paling penting untuk dipahami.
Cloud bukan sesuatu yang tidak memiliki bentuk.
Di balik cloud terdapat data center.
Di dalam data center terdapat:
server fisik
↓
CPU
↓
RAM
↓
storage
↓
network
↓
power
↓
cooling
Cloud membuat kompleksitas hardware tersebut dapat diabstraksikan sehingga pengguna tidak selalu perlu memikirkan mesin fisik tertentu.
Hubungan Data Center dengan Cloud Computing
Pada Artikel #010 kita membahas data center.
Sekarang hubungannya menjadi jelas.
Data center adalah fasilitas fisik.
Sedangkan:
cloud computing adalah model penyediaan sumber daya komputasi.
Secara sederhana:
Data Center
↓
Server Fisik
↓
Virtualisasi / Platform Cloud
↓
Cloud Resources
↓
Pengguna
Jadi cloud tidak menggantikan data center.
Cloud berjalan di atas infrastruktur data center.
Apa Itu Virtualisasi?
Virtualisasi adalah teknologi yang memungkinkan sumber daya komputer fisik digunakan untuk menjalankan beberapa lingkungan virtual yang terisolasi.
Misalnya terdapat sebuah server fisik dengan:
64 CPU core
256 GB RAM
4 TB storage
Daripada digunakan untuk satu aplikasi saja, server tersebut dapat dibagi secara logis menjadi beberapa virtual machine.
Contohnya:
VM 1:
4 vCPU + 8 GB RAM
VM 2:
8 vCPU + 16 GB RAM
VM 3:
2 vCPU + 4 GB RAM
dan seterusnya.
Setiap virtual machine dapat terlihat seperti komputer tersendiri.
Apa Itu Virtual Machine?
Virtual Machine atau VM adalah lingkungan komputer virtual yang dapat menjalankan sistem operasi dan aplikasi seperti sebuah komputer.
Misalnya pada satu server fisik dapat berjalan:
VM A → Linux
VM B → Linux
VM C → Windows
Setiap VM dapat memiliki:
- CPU virtual,
- RAM,
- disk,
- network interface,
- operating system.
VM tersebut berbagi sumber daya hardware fisik melalui lapisan virtualisasi.
Apa Itu Hypervisor?
Hypervisor adalah teknologi yang memungkinkan pembuatan dan pengelolaan virtual machine.
Secara sederhana:
Hardware
↓
Hypervisor
↓
VM 1 | VM 2 | VM 3 | VM 4
Hypervisor mengatur bagaimana sumber daya hardware diberikan kepada virtual machine.
Tanpa teknologi virtualisasi, penggunaan server dalam skala cloud akan jauh lebih sulit dan kurang fleksibel.
Apakah Satu Server Cloud Berarti Satu Server Fisik?
Tidak selalu.
Ketika membeli atau membuat sebuah cloud server, yang diperoleh biasanya adalah sumber daya komputasi virtual.
Misalnya:
2 vCPU
8 GB RAM
100 GB disk
Di belakang layar, resource tersebut berjalan pada infrastruktur fisik milik penyedia.
Pengguna tidak selalu perlu mengetahui mesin fisik persis yang menjalankannya.
Mengapa Virtualisasi Penting?
Bayangkan perusahaan memiliki 100 aplikasi.
Jika setiap aplikasi membutuhkan satu server fisik, perusahaan mungkin membutuhkan banyak mesin.
Namun sebagian server mungkin hanya menggunakan:
10% CPU
atau:
20% RAM.
Banyak kapasitas hardware menjadi tidak terpakai.
Dengan virtualisasi, sumber daya fisik dapat digunakan lebih efisien.
Beberapa workload dapat berjalan pada infrastruktur bersama dengan isolasi yang sesuai.
Apa Keuntungan Utama Cloud Computing?
Cloud menjadi populer karena menawarkan beberapa karakteristik yang sulit dicapai dengan model tradisional dalam skala yang sama.
1. Provisioning Cepat
Pada infrastruktur tradisional:
Butuh server → beli hardware → tunggu → pasang → konfigurasi.
Pada cloud:
Butuh server → pilih konfigurasi → deploy.
Sumber daya dapat tersedia jauh lebih cepat.
2. Skalabilitas
Bayangkan sebuah toko online biasanya memiliki:
1.000 pengunjung per hari.
Saat promo besar, trafik naik menjadi:
100.000 pengunjung.
Server kecil mungkin tidak mampu menangani beban tersebut.
Cloud memungkinkan kapasitas ditambah sesuai kebutuhan.
Misalnya:
2 server
menjadi:
10 server
kemudian setelah trafik turun:
kembali menjadi 2 server.
Kemampuan ini disebut:
scaling.
Vertical Scaling vs Horizontal Scaling
Ada dua konsep scaling yang umum.
Vertical Scaling
Meningkatkan kapasitas sebuah server.
Misalnya:
4 GB RAM → 16 GB RAM
atau:
2 CPU → 8 CPU
Analoginya:
Memperbesar rumah.
Horizontal Scaling
Menambah jumlah server.
Misalnya:
2 server → 10 server.
Analoginya:
Daripada memperbesar satu kasir, kita membuka lebih banyak loket.
Horizontal scaling banyak digunakan pada aplikasi modern yang dirancang untuk mendistribusikan beban.
3. Elasticity
Scalability dan elasticity sering dianggap sama.
Keduanya berkaitan, tetapi memiliki penekanan berbeda.
Scalability
adalah kemampuan sistem meningkatkan atau menurunkan kapasitas.
Elasticity
lebih menekankan kemampuan kapasitas menyesuaikan kebutuhan secara dinamis.
Contohnya:
Trafik naik.
↓
Server tambahan dibuat.
↓
Trafik turun.
↓
Server tambahan dilepas.
Dengan otomatisasi, proses tersebut dapat berlangsung tanpa banyak intervensi manual.
4. Pay As You Use
Banyak layanan cloud menggunakan model biaya berdasarkan pemakaian.
Misalnya pengguna dapat membayar berdasarkan:
- waktu penggunaan server,
- kapasitas storage,
- jumlah request,
- transfer data,
- operasi database,
- penggunaan komputasi.
Konsepnya mirip listrik.
Anda tidak perlu memiliki pembangkit listrik sendiri.
Anda menggunakan layanan dan membayar berdasarkan model tarif yang berlaku.
Namun cloud tidak selalu lebih murah.
Jika sumber daya tidak dikelola dengan baik, biaya cloud juga dapat menjadi besar.
5. Akses Global
Cloud provider dapat memiliki infrastruktur di banyak lokasi.
Perusahaan dapat menjalankan layanan lebih dekat dengan penggunanya.
Misalnya:
Pengguna Asia → Infrastruktur Asia
Pengguna Eropa → Infrastruktur Eropa
Pengguna Amerika → Infrastruktur Amerika
Hal ini dapat membantu:
- latency,
- availability,
- kebutuhan data residency tertentu,
- disaster recovery.
Apa Itu Region?
Dalam cloud computing, region biasanya merupakan wilayah geografis tempat penyedia memiliki infrastruktur cloud.
Contohnya secara konsep:
Asia Region
Europe Region
US Region
Satu region dapat memiliki beberapa lokasi infrastruktur yang terpisah.
Apa Itu Availability Zone?
Cloud provider sering membagi region menjadi beberapa:
Availability Zone (AZ).
Availability Zone dirancang sebagai lokasi infrastruktur yang terpisah secara fisik atau operasional dalam satu region.
Tujuannya agar aplikasi dapat dirancang dengan redundansi.
Misalnya:
Application Server A → AZ 1
Application Server B → AZ 2
Jika satu lokasi mengalami masalah, sistem di lokasi lain dapat tetap tersedia jika arsitekturnya memang dirancang untuk failover.
Cloud Tidak Otomatis Membuat Aplikasi Kebal Gangguan
Ini kesalahpahaman penting.
Menggunakan cloud tidak otomatis membuat aplikasi:
100% tidak pernah down.
Jika seluruh aplikasi hanya berjalan pada:
- satu server,
- satu storage,
- satu zone,
maka kegagalan pada komponen tersebut masih dapat menyebabkan downtime.
Cloud menyediakan berbagai alat untuk membangun sistem yang resilient.
Tetapi arsitekturnya tetap harus dirancang dengan benar.
Apa Itu IaaS?
IaaS adalah:
Infrastructure as a Service.
Dalam model ini, penyedia memberikan sumber daya infrastruktur seperti:
- virtual machine,
- storage,
- networking.
Pengguna masih mengelola banyak bagian sistem.
Misalnya:
Provider mengelola:
- data center,
- hardware,
- virtualisasi.
Pengguna mengelola:
- operating system,
- aplikasi,
- sebagian konfigurasi keamanan,
- data.
IaaS cocok ketika pengguna membutuhkan kontrol cukup besar terhadap server.
Apa Itu PaaS?
PaaS adalah:
Platform as a Service.
Dalam model ini, penyedia mengelola lebih banyak lapisan.
Pengembang dapat fokus pada:
aplikasi dan kode.
Tidak perlu terlalu banyak memikirkan:
- server fisik,
- virtualisasi,
- konfigurasi OS tertentu,
- sebagian pekerjaan infrastruktur.
Contohnya secara konsep:
Developer memiliki aplikasi.
Developer mengunggah kode.
Platform menangani banyak kebutuhan deployment dan runtime.
Apa Itu SaaS?
SaaS adalah:
Software as a Service.
Dalam model ini, pengguna langsung menggunakan aplikasi.
Pengguna tidak perlu mengelola:
- server,
- operating system,
- runtime,
- database infrastructure,
- hardware.
Contohnya adalah aplikasi berbasis web yang dapat langsung digunakan melalui browser.
Pengguna cukup:
login → gunakan aplikasi.
IaaS vs PaaS vs SaaS
Gunakan analogi pizza.
On-Premise
Anda melakukan semuanya sendiri:
- membeli bahan,
- memasak,
- menyediakan meja,
- mencuci piring.
IaaS
Tempat dan sebagian infrastruktur tersedia.
Anda masih mengelola banyak hal.
PaaS
Lingkungan memasak sudah disediakan.
Anda lebih fokus pada produk yang ingin dibuat.
SaaS
Pizza sudah siap.
Anda tinggal makan.
Secara teknologi:
| Model | Pengguna Lebih Banyak Mengelola |
|---|---|
| On-Premise | Hampir semuanya |
| IaaS | OS, aplikasi, data |
| PaaS | Aplikasi dan data |
| SaaS | Penggunaan dan konfigurasi aplikasi |
Batas tanggung jawab sebenarnya dapat berbeda antara satu layanan dan layanan lainnya.
Apa Itu Public Cloud?
Public cloud adalah layanan cloud yang infrastrukturnya dioperasikan oleh penyedia untuk melayani banyak pelanggan.
Pelanggan berbagi infrastruktur penyedia dengan mekanisme isolasi tertentu.
Keuntungannya antara lain:
- mudah digunakan,
- cepat tersedia,
- skalabel,
- tidak perlu membangun data center sendiri.
Apa Itu Private Cloud?
Private cloud adalah lingkungan cloud yang digunakan secara khusus oleh satu organisasi.
Infrastruktur dapat berada:
- di data center sendiri,
- atau dikelola pihak lain.
Private cloud dapat memberikan kontrol lebih besar terhadap:
- infrastruktur,
- kebijakan,
- keamanan,
- konfigurasi.
Namun organisasi juga harus menangani kompleksitas dan biaya pengelolaannya.
Apa Itu Hybrid Cloud?
Hybrid cloud menggabungkan:
private environment
dan:
public cloud.
Misalnya perusahaan menjalankan database tertentu di infrastruktur internal tetapi menggunakan public cloud untuk aplikasi web atau kapasitas tambahan.
Keduanya diintegrasikan sesuai kebutuhan.
Apa Itu Multi-Cloud?
Multi-cloud berarti menggunakan layanan dari lebih dari satu penyedia cloud.
Misalnya:
Provider A untuk aplikasi utama.
Provider B untuk analytics.
Provider C untuk layanan tertentu.
Alasannya dapat berupa:
- kebutuhan teknologi,
- redundansi,
- regulasi,
- negosiasi biaya,
- mengurangi ketergantungan pada satu vendor.
Namun multi-cloud juga menambah kompleksitas operasional.
Public Cloud vs Private Cloud vs Hybrid Cloud
| Model | Gambaran |
|---|---|
| Public Cloud | Infrastruktur penyedia cloud |
| Private Cloud | Cloud khusus satu organisasi |
| Hybrid Cloud | Kombinasi private dan public |
| Multi-Cloud | Menggunakan beberapa penyedia cloud |
Tidak ada model yang selalu paling baik.
Pilihan tergantung kebutuhan organisasi.
Apa Itu Cloud Storage?
Cloud storage adalah layanan penyimpanan data menggunakan infrastruktur cloud.
Pengguna dapat menyimpan:
- foto,
- video,
- dokumen,
- backup,
- data aplikasi.
Di belakang layar, data tetap berada pada media penyimpanan fisik.
Namun pengguna berinteraksi dengan layanan secara abstrak.
Cloud Storage Tidak Sama dengan Hard Disk Online Sederhana
Cloud storage modern dapat menggunakan sistem yang jauh lebih kompleks.
Data dapat:
- direplikasi,
- didistribusikan,
- diberi versioning,
- dienkripsi,
- disimpan dalam beberapa storage node.
Tujuannya dapat mencakup:
- durability,
- availability,
- scalability.
Apa Itu Cloud Database?
Daripada memasang database sendiri pada server, pengguna dapat menggunakan:
managed database.
Penyedia dapat menangani banyak pekerjaan seperti:
- provisioning,
- patching,
- backup,
- monitoring,
- replication.
Pengguna dapat lebih fokus pada penggunaan database.
Ini merupakan contoh bagaimana cloud mengubah infrastruktur menjadi layanan.
Apa Itu Serverless?
Nama serverless sering membingungkan.
Serverless bukan berarti:
tidak ada server.
Server tetap ada.
Bedanya, pengguna tidak perlu mengelola server tersebut secara langsung.
Pengguna cukup menjalankan:
- function,
- application logic,
- request processing.
Platform cloud menangani banyak aspek infrastrukturnya.
Jadi serverless lebih tepat dipahami sebagai:
server-nya diabstraksikan dari pengguna.
Apa Itu Container?
Container adalah teknologi untuk menjalankan aplikasi dalam lingkungan terisolasi yang lebih ringan dibanding virtual machine penuh dalam banyak skenario.
Container biasanya membawa:
- aplikasi,
- library,
- dependency,
- konfigurasi tertentu.
Beberapa container dapat berjalan pada satu host.
Container sangat populer dalam pengembangan aplikasi modern karena:
- ringan,
- portable,
- mudah di-deploy,
- cocok untuk automation.
Container vs Virtual Machine
Secara sederhana:
Virtual Machine
Memiliki sistem operasi guest yang lebih lengkap.
Container
Berbagi kernel host dengan mekanisme isolasi tertentu.
Karena itu container umumnya lebih ringan dan dapat dijalankan dalam jumlah lebih banyak pada sumber daya yang sama.
Namun VM dan container bukan selalu pesaing.
Banyak platform cloud menjalankan container di atas virtual machine.
Apa Itu Kubernetes?
Ketika hanya memiliki beberapa container, pengelolaannya relatif sederhana.
Namun bagaimana jika terdapat:
1.000 container?
Kita membutuhkan sistem untuk:
- menjalankan container,
- restart ketika gagal,
- menambah jumlah container,
- mengatur networking,
- mengatur deployment.
Salah satu teknologi populer untuk kebutuhan tersebut adalah:
Kubernetes.
Kubernetes adalah platform orkestrasi container.
Topik ini cukup luas sehingga layak menjadi artikel tersendiri.
Bagaimana Cloud Menangani Trafik Besar?
Bayangkan aplikasi memiliki satu server.
Kemudian tiba-tiba jutaan pengguna datang.
Server dapat kewalahan.
Cloud architecture dapat menggunakan:
Load Balancer
↓
Server 1
Server 2
Server 3
Server 4
Load balancer membantu mendistribusikan trafik ke beberapa server.
Jika trafik meningkat, server dapat ditambah.
Jika trafik turun, kapasitas dapat dikurangi.
Apa Itu Load Balancer?
Load balancer adalah sistem yang mendistribusikan request ke beberapa backend.
Misalnya:
100.000 request
tidak semuanya dikirim ke satu server.
Request dapat dibagi ke:
Server A
Server B
Server C
Server D
Tujuannya dapat membantu:
- performa,
- scalability,
- availability.
Cloud dan CDN
Website global menghadapi masalah lain.
Server mungkin berada di Singapura.
Namun pengguna berada di Eropa atau Amerika.
Jarak menambah latency.
Karena itu layanan dapat menggunakan:
CDN — Content Delivery Network.
CDN menempatkan salinan konten tertentu lebih dekat dengan pengguna.
Misalnya:
User Indonesia → Edge Asia
User Eropa → Edge Eropa
User Amerika → Edge Amerika
CDN akan menjadi topik Artikel #012.
Cloud dan Backup
Cloud dapat memudahkan pembuatan:
- snapshot,
- backup,
- replication.
Namun menggunakan cloud tidak berarti data otomatis aman dari semua jenis kehilangan.
Misalnya pengguna menghapus data secara tidak sengaja.
Jika tidak ada backup atau versioning yang sesuai, data masih dapat hilang.
Prinsip yang sama tetap berlaku:
Redundancy bukan backup.
Cloud dan Disaster Recovery
Cloud dapat digunakan untuk membangun disaster recovery.
Misalnya:
Primary System → Region A
Backup System → Region B
Jika terjadi gangguan besar, sistem dapat dipulihkan atau dialihkan sesuai desain.
Namun DR tetap membutuhkan:
- perencanaan,
- replication,
- backup,
- testing,
- prosedur recovery.
Apakah Cloud Aman?
Cloud dapat menyediakan banyak teknologi keamanan.
Misalnya:
- encryption,
- identity management,
- firewall,
- logging,
- monitoring,
- security policies.
Namun keamanan cloud merupakan:
shared responsibility.
Penyedia mengamankan bagian tertentu.
Pelanggan tetap bertanggung jawab terhadap bagian lainnya.
Apa Itu Shared Responsibility?
Misalnya pada IaaS.
Provider dapat bertanggung jawab terhadap:
- keamanan data center,
- hardware,
- hypervisor.
Pengguna dapat bertanggung jawab terhadap:
- password,
- user access,
- konfigurasi OS,
- aplikasi,
- data.
Jika pengguna membuat password:
123456
cloud provider tidak dapat mengubah keputusan buruk tersebut menjadi aman secara otomatis.
Cloud Tidak Selalu Lebih Murah
Salah satu mitos umum:
"Pindah ke cloud pasti lebih murah."
Tidak selalu.
Cloud menawarkan fleksibilitas.
Namun biaya dapat meningkat jika:
- server dibiarkan menyala tanpa digunakan,
- storage terus bertambah,
- trafik data tinggi,
- resource terlalu besar,
- arsitektur tidak efisien.
Karena itu muncul disiplin bernama:
FinOps
yang membantu organisasi mengelola dan mengoptimalkan biaya cloud.
Apa Itu Vendor Lock-In?
Ketika perusahaan menggunakan banyak layanan khusus dari satu cloud provider, memindahkan sistem ke provider lain dapat menjadi sulit.
Kondisi tersebut dikenal sebagai:
vendor lock-in.
Semakin banyak fitur proprietary yang digunakan, semakin besar pekerjaan yang mungkin dibutuhkan untuk migrasi.
Namun menggunakan layanan khusus provider juga dapat memberikan banyak keuntungan.
Karena itu keputusan arsitektur selalu memiliki trade-off.
Cloud Computing dan Perusahaan Kecil
Cloud bukan hanya untuk perusahaan besar.
Sebuah startup kecil dapat menggunakan cloud untuk menjalankan:
- website,
- database,
- aplikasi,
- backup,
- email,
- storage.
Tanpa harus membeli rack server sendiri.
Ini menurunkan hambatan awal untuk membangun layanan digital.
Cloud Computing dan AI
Cloud juga memainkan peran besar dalam perkembangan AI.
Training dan inference AI dapat membutuhkan:
- GPU,
- accelerator,
- RAM besar,
- storage cepat,
- network bandwidth tinggi.
Membeli infrastruktur tersebut dapat sangat mahal.
Cloud memungkinkan perusahaan menyewa resource komputasi sesuai kebutuhan.
Misalnya:
Butuh GPU → gunakan beberapa jam → selesai → lepaskan resource.
Namun untuk workload besar dan terus-menerus, organisasi tetap perlu menghitung apakah cloud atau infrastruktur sendiri lebih ekonomis.
Studi Kasus: Membuat Website Tanpa Membeli Server
Bayangkan Anda ingin membuat toko online.
Pada masa lalu Anda mungkin berpikir:
"Saya harus membeli server."
Dengan cloud, Anda dapat membuat arsitektur seperti:
Domain
↓
DNS
↓
CDN
↓
Load Balancer
↓
Cloud Server
↓
Managed Database
↓
Cloud Storage
Semua komponen tersebut dapat disediakan sebagai layanan.
Anda tidak perlu mengetahui server fisik mana yang menjalankan aplikasi Anda.
Apa yang Terjadi Ketika Server Fisik Rusak?
Infrastruktur cloud dirancang agar workload dapat dikelola di atas kumpulan hardware.
Namun tingkat ketahanannya bergantung pada layanan dan arsitektur.
Jika satu host fisik gagal, platform tertentu dapat:
- restart workload,
- memindahkan workload,
- menggunakan replika,
- atau mengalihkan trafik.
Tetapi hal ini tidak berarti semua cloud server otomatis bebas downtime.
Aplikasi tetap perlu dirancang untuk menghadapi kegagalan.
Mengapa Cloud Bisa Dibuat dalam Hitungan Menit?
Rahasia utamanya adalah:
automation.
Data center cloud sudah memiliki:
- server,
- storage,
- network,
- virtualization platform.
Ketika pengguna meminta:
VM baru
sistem otomatis:
- memilih kapasitas,
- membuat VM,
- memberikan storage,
- mengatur network,
- memberikan IP,
- menjalankan operating system.
Proses yang dahulu membutuhkan pekerjaan manual dapat dilakukan oleh software.
Infrastructure as Code
Cloud membawa otomatisasi lebih jauh melalui:
Infrastructure as Code (IaC).
Daripada administrator membuat server satu per satu melalui menu, konfigurasi infrastruktur dapat ditulis dalam file.
Misalnya secara konsep:
Buat 3 server
Buat 1 database
Buat network
Buat load balancer
Sistem kemudian membangun infrastruktur tersebut secara otomatis.
Ini membuat deployment lebih:
- konsisten,
- repeatable,
- terdokumentasi.
Cloud dan Internet Saling Bergantung
Cloud sangat bergantung pada konektivitas jaringan.
Jika koneksi pengguna ke internet bermasalah, layanan cloud mungkin tidak dapat diakses meskipun server cloud bekerja normal.
Karena itu pengalaman pengguna dipengaruhi oleh:
Device
↓
Wi-Fi
↓
Router
↓
ISP
↓
Internet
↓
Cloud/Data Center
Semua lapisan tersebut harus bekerja.
Dari Artikel #001 Sampai #011
Sekarang kita sudah dapat melihat dunia internet sebagai satu sistem besar.
Internet
menghubungkan jaringan.
↓
Website
menyediakan konten.
↓
Browser
menampilkan konten.
↓
Server
memproses permintaan.
↓
Domain
memberikan nama.
↓
Hosting
menyediakan tempat untuk menjalankan website.
↓
DNS
menerjemahkan nama menjadi informasi jaringan.
↓
IP Address
memberikan alamat logis.
↓
Router
mengarahkan paket.
↓
Data Center
menyediakan fasilitas fisik.
↓
Cloud Computing
mengubah infrastruktur komputasi menjadi sumber daya yang dapat digunakan secara fleksibel.
Semua konsep tersebut saling berhubungan.
Kesalahan yang Sering Terjadi tentang Cloud
"Cloud berarti data berada di langit."
Tidak.
Data tetap berada pada infrastruktur fisik.
"Cloud tidak menggunakan server."
Salah.
Cloud sangat bergantung pada server.
"Serverless berarti tidak ada server."
Tidak.
Server tetap ada, tetapi pengelolaannya diabstraksikan dari pengguna.
"Cloud selalu lebih murah."
Tidak selalu.
Biaya bergantung pada workload, desain, penggunaan, dan model harga.
"Cloud otomatis tidak pernah down."
Tidak.
Cloud tetap dapat mengalami gangguan. Aplikasi perlu dirancang dengan redundancy dan resilience.
"Semua data cloud disimpan di satu server."
Tidak selalu.
Data dapat didistribusikan atau direplikasi ke berbagai storage node dan lokasi sesuai desain layanan.
"Cloud dan data center adalah hal yang sama."
Tidak.
Data center adalah fasilitas fisik.
Cloud adalah model penyediaan sumber daya komputasi.
Tahukah Anda?
Salah satu perubahan terbesar yang dibawa cloud bukan sekadar memindahkan server dari kantor ke data center orang lain.
Perubahan besarnya adalah:
infrastruktur menjadi sesuatu yang dapat dikendalikan melalui software.
Server dapat dibuat melalui API.
Storage dapat ditambah melalui API.
Network dapat dibuat melalui API.
Database dapat dibuat melalui API.
Bahkan seluruh arsitektur dapat dibuat secara otomatis menggunakan kode.
Komputer tidak lagi hanya menjadi mesin fisik yang dibeli.
Sumber daya komputasi berubah menjadi:
layanan yang dapat diminta ketika dibutuhkan.
Glosarium Singkat
Cloud Computing
Model penyediaan sumber daya komputasi secara fleksibel melalui jaringan.
Virtualization
Teknologi untuk membuat lingkungan komputasi virtual di atas hardware fisik.
Virtual Machine (VM)
Komputer virtual yang dapat menjalankan sistem operasi dan aplikasi.
Hypervisor
Teknologi yang menjalankan dan mengelola virtual machine.
IaaS
Infrastructure as a Service.
PaaS
Platform as a Service.
SaaS
Software as a Service.
Public Cloud
Cloud yang infrastrukturnya disediakan oleh provider untuk banyak pelanggan.
Private Cloud
Lingkungan cloud khusus satu organisasi.
Hybrid Cloud
Kombinasi private environment dan public cloud.
Multi-Cloud
Penggunaan lebih dari satu penyedia cloud.
Container
Lingkungan ringan untuk menjalankan aplikasi beserta dependency-nya.
Serverless
Model komputasi di mana pengelolaan server diabstraksikan dari pengguna.
Region
Wilayah geografis infrastruktur cloud.
Availability Zone
Lokasi infrastruktur terpisah dalam suatu region sesuai desain provider.
Auto Scaling
Mekanisme menyesuaikan kapasitas berdasarkan kebutuhan.
FAQ
Apa itu cloud computing?
Cloud computing adalah model penyediaan server, storage, database, networking, aplikasi, dan sumber daya komputasi lainnya melalui jaringan secara fleksibel.
Apakah cloud membutuhkan internet?
Untuk mengakses layanan cloud melalui jaringan publik, konektivitas internet biasanya diperlukan. Namun organisasi juga dapat menggunakan koneksi privat menuju cloud.
Apakah cloud sama dengan hosting?
Hosting merupakan salah satu bentuk penyediaan infrastruktur untuk menjalankan website. Cloud computing memiliki cakupan yang lebih luas dan dapat menyediakan compute, database, storage, AI, networking, dan berbagai layanan lainnya.
Di mana data cloud disimpan?
Pada infrastruktur fisik seperti server dan storage yang berada di data center.
Apa perbedaan IaaS, PaaS, dan SaaS?
IaaS menyediakan infrastruktur, PaaS menyediakan platform untuk menjalankan aplikasi, sedangkan SaaS menyediakan aplikasi yang siap digunakan.
Apa itu public cloud?
Public cloud adalah layanan cloud yang disediakan provider melalui infrastruktur bersama yang melayani banyak pelanggan dengan mekanisme isolasi.
Apa itu private cloud?
Private cloud adalah lingkungan cloud yang digunakan khusus oleh satu organisasi.
Apa itu hybrid cloud?
Hybrid cloud menggabungkan lingkungan private dengan public cloud.
Apa itu virtual machine?
Virtual machine adalah lingkungan komputer virtual yang menjalankan sistem operasi dan aplikasi menggunakan resource dari hardware fisik.
Apa itu serverless?
Serverless adalah model di mana pengguna menjalankan aplikasi atau function tanpa mengelola server secara langsung. Server fisik tetap ada di belakang layar.
Apakah cloud aman?
Cloud dapat menyediakan banyak teknologi keamanan, tetapi keamanan tetap menjadi tanggung jawab bersama antara provider dan pengguna.
Apakah cloud lebih murah daripada server sendiri?
Tergantung workload dan kebutuhan. Cloud dapat mengurangi investasi awal dan memberikan fleksibilitas, tetapi biaya jangka panjang harus tetap dianalisis.
Apakah satu cloud server berada pada satu komputer?
Tidak selalu dalam pengertian layanan yang terlihat pengguna. Cloud menggunakan lapisan virtualisasi dan sistem terdistribusi sehingga detail hardware dapat diabstraksikan.
Kesimpulan
Cloud computing mengubah cara manusia menggunakan komputer.
Dahulu organisasi harus membeli hardware untuk mendapatkan kapasitas komputasi.
Sekarang sumber daya seperti:
CPU
RAM
Storage
Database
Network
bahkan:
GPU dan AI
dapat digunakan sebagai layanan.
Namun cloud bukanlah dunia virtual tanpa fondasi fisik.
Di belakang cloud tetap terdapat:
Data Center → Server → Storage → Network → Power → Cooling.
Teknologi seperti virtualisasi, container, automation, dan orchestration kemudian mengubah infrastruktur tersebut menjadi resource yang dapat disediakan dengan cepat.
Itulah mengapa sebuah perusahaan dapat membuat server baru hanya dalam hitungan menit.
Namun masih ada satu masalah besar.
Bayangkan website Anda berada di sebuah data center di Asia.
Pengunjung dari Indonesia mungkin mendapatkan respons dengan cepat.
Tetapi bagaimana dengan pengunjung yang berada ribuan kilometer jauhnya?
Apakah setiap gambar, video, CSS, dan JavaScript harus selalu mengambil data dari server utama?
Tidak selalu.
Internet memiliki sebuah sistem yang memungkinkan konten disimpan lebih dekat dengan pengguna.
Teknologi tersebut bernama: CDN — Content Delivery Network.
