CoA - Setelah berenang cukup lama, mandi berendam, atau mencuci pakaian dalam waktu lama, ujung jari tangan dan kaki mulai terlihat keriput. Kulit yang biasanya halus berubah menjadi penuh lipatan kecil, terutama di bagian jari.
Fenomena ini terlihat sederhana sehingga sering dianggap biasa saja. Banyak orang juga percaya bahwa jari menjadi keriput karena kulit menyerap terlalu banyak air lalu “mengembang”.
Namun ternyata penjelasannya tidak sesederhana itu.
Jari yang keriput saat terlalu lama terkena air sebenarnya melibatkan kerja sistem saraf dan pembuluh darah di dalam tubuh. Jadi, bukan hanya sekadar kulit yang basah.
Selama bertahun-tahun, banyak orang mengira keriput muncul karena lapisan kulit luar menyerap air. Ketika kulit mengembang, permukaannya menjadi berlipat-lipat sehingga terlihat keriput.
Penjelasan ini memang ada benarnya. Lapisan terluar kulit memang dapat menyerap sedikit air, terutama bagian epidermis. Namun para ilmuwan menemukan fakta menarik yang menunjukkan bahwa proses ini lebih kompleks.
Orang yang mengalami gangguan saraf tertentu ternyata tidak mengalami jari keriput meskipun tangannya lama berada di dalam air. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem saraf memiliki peran penting dalam proses tersebut.
Saat tangan atau kaki terlalu lama berada di air, perubahan pada kulit dideteksi oleh sistem saraf otonom. Sistem saraf ini bekerja otomatis tanpa kita sadari, mengatur banyak fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan.
Sebagai respons terhadap paparan air, sistem saraf memerintahkan pembuluh darah kecil di bawah kulit untuk menyempit. Proses ini disebut vasokonstriksi.
Ketika pembuluh darah menyempit, volume jaringan di bawah kulit sedikit berkurang. Akibatnya, kulit di bagian atas menjadi tertarik dan membentuk lipatan-lipatan kecil.
Lipatan inilah yang terlihat sebagai keriput pada jari. Jadi sebenarnya, jari keriput lebih disebabkan oleh perubahan di bawah permukaan kulit daripada sekadar kulit yang menyerap air.
Kenapa Hanya Jari yang Paling Terlihat?
Bagian tubuh lain juga terkena air saat mandi atau berenang, tetapi keriput paling jelas biasanya muncul di jari tangan dan kaki.
Hal ini karena kulit pada area tersebut memiliki struktur yang berbeda dibandingkan bagian tubuh lain. Jari memiliki lebih banyak saluran keringat dan jaringan saraf yang sangat sensitif.
Selain itu, kulit di ujung jari juga lebih tebal sehingga perubahan bentuk akibat penyempitan pembuluh darah menjadi lebih mudah terlihat.
Karena itulah efek keriput pada jari jauh lebih jelas dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Ketika kulit jari membentuk lipatan, permukaan jari menjadi lebih mudah menggenggam benda basah. Lipatan tersebut membantu mengalirkan air keluar dari permukaan kulit, sehingga cengkeraman menjadi lebih stabil.
Prinsip ini mirip seperti alur pada ban kendaraan yang membantu membuang air agar ban tetap mencengkeram jalan dengan baik saat hujan.
Dalam beberapa penelitian, orang dengan jari yang sudah keriput ternyata lebih cepat memindahkan benda basah dibandingkan saat jarinya masih halus.
